Salam, Selamat Datang di Jurnal dan Komunitas Matapelajar.
Silahkan masuk atau mendaftar untuk membuat halaman blog serta catatan personal anda.

Close

Pelajaran  \  Komputer

Ujian Nasional Bahasa Indonesia 2007 (SMP)

Ditulis oleh : Mat Pajar Senin, 10 Oktober 2011

Monpera atau Monumen Perjuangan Rakyat merupakan salah satu bangunan kebanggaan warga Palembang. Betapa tidak? Monumen yang memajang patung burung garuda di dinding depannya ini dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan, melawan penjajah pada masa revolusi fisik yang dikenal dengan Pertempuran Lima Hari Lima Malam. Di sinilah basis para pejuang menggalang kekuatan dalam pertempuran melawan penjajah Belanda.

Jurnal  \  Opini

Pembentukan Generasi Tangguh

Ditulis oleh : M. Husain Minggu, 31 Juli 2011

 

D

 

unia sekarang adalah dunia kompetitif,semua orang harus sadar bahwa kita sedang digiring kepada suatu situasi yang diserbu dari berbagai arah untuk diajak bertarung. Oleh karena itu kita perlu mempersiapkan generasi yang siap menghadapi nya melalui berbagai tekhnik dan usaha. Berberapa cara yang harus kita lakukan adalah pertama asupan di bagian dalam diri atau secara psikologi yaitu Bangunlah kepercayaan diri yang kedua asupan secara nyata yaitu penggalian makanan bermutu. Pertama membangun kepercayaan diri. Bercermin dari belum berhasilnya Indonesia mengejar Negara-negara setingkat Jepang, dan selalu berubahnya system di Indonesia, menggambarkan ketidak percayaan Negara Indonesia terhadap ukuran kemampuan NKRI..

Seni dan Sastra  \  Puisi

Qobla Saum

Ditulis oleh : indra Sabtu, 30 Juli 2011

Waktu ini mendesakku menjelang bulan suci_MU

Tak ada Dzikir, dan hampa

Bulan menjelma waktu

Memaksa angin mendorong Ruh yang tak suka kehadiran ia

 

"Munafik"

Mereka berpura-pura suka dan menambah Dosa

Lambung yang bahagia

Ia berontak menuruti nafsu kita

Ia berkata:

"Sejenak aku akan beristirahat di balik kesakitan kalian"

 

urug sapanjang jalan, 30 2011



Seni dan Sastra  \  Puisi

Catatan mungil hari ini

Ditulis oleh : indra Jumat, 29 Juli 2011

Pagi ini hilang kaerena aku kesiangan membuka mata. kesegaran udara pun lenyap berganti dengan polusi kebisingan bahkan kesibukan menjadi tujuan utama baginya, ku regangkan badan ini sesaat betapa gersang sekali halamanku ini

mungkin akan ada sedikit yang harus aku rubah pada semua

"SARAPAN"

 

orockkappas

Sudut Pandang

Siapkah Menghadapi Masa Depan?

DI penghujung 2008 kemarin, kita dihadapkan dua hari besar yang notabene merupakan agenda tahun baru. Tahun baru Islam, 1 Muharam  1430 H dan tahun  baru Masehi 1 Januari 2009. Berbagai cara dilakukan untuk memaknai kedua hari besar tersebut. Mulai dari pawai keliling, bakti social, hingga tamasya bersama keluarga besar.

Selain itu, tak sedikit orang yang sudah mulai merancang kehidupan selama setahun ke depan. Dengan harapan, kekurangan tahun lalu bisa diobati dan diperbaiki di tahun yang akan datang dan hal positifnya dipertahankan dengan bumbu variasi dan inovasi agar lebih baik lagi.

Baca selengkapnya...

Seni dan Sastra  \  Puisi

Tentang Embun

Ditulis oleh : Affrilia Utami Rabu, 25 Mei 2011

Pada persimpangan catatan waktu

kita bertemu dengan secarik lembar ukhuwah

kulihat luka berpendar di pipimu,

........saat seujung ucapkan pisah.

Senyumku mungkin mengering karenanya.

 

Kita mengambil sisa kapur yang telah patah.

Papan hitam. Penggaris panjang. Kata serta angka-

Jam dinding kusam.

Bangkubangku tua dengan wajah kemasan.

Dari kacamata-

yang retak sebelah.

 

Pergimu meranum luka di jiwa.

Ada lubang.

Bagian gulita.

Aku terhampar lagi, kering terkapar pada gurun sendiri.

 

Inilah fana tentang dunia, yang bersama-

akan pergi, membekal sendiri dan sepi.

yang bertemu akan berpisah. Membilang jejak

bilahan rindu. Sebagian hilang dengan kepedihan.

 

Datanglah dan temui aku di sini, Saudaraku.

Bermain-main kata di atas jari hari,

bukankah kita akan bersama, melukis

dunia dengan kapur tua. Menulis halaman buku-

dengan hembusan Hydragea mempesona.

 

Kita serupa cerita embun, pada pagi yang memuda.

 

25 Mei 2011

Jurnal  \  Berita

Pendidikan Pilar Kebangkitan Bangsa

Ditulis oleh : ai hayati m.a Selasa, 17 Mei 2011

Hardiknas telah bertemu lagi dengan kita. Hari ini (2/5) adalah hari di mana kita mengenang segala keluh kesah senyum,tangis masa perjuangan tokoh pendidikan kita Ki Hajar Dewantara dengan ajarannya yang berbunyi “Ing ngarso sung tulodo,Ing madya mangun karso,Tut wuri handayani” yang artinya di depan memberi teladan,di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa,di belakang memberi dorongan.

Tema Hari Pendidikan Nasional 2011 ini adalah Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan subtema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti. Tema dan subtema ini erat kaitannya dengan sebuah proses panjang menyiapkan generasi mendatang, karena memang pendidikan karakter, prestasi, dan budi pekerti, diakui sebagai upaya proses panjang yang tidak bisa dilakukan seperti ”membalik telapak tangan”. Apalagi jika pemerintah dan rakyatnya tidak saling mendukung akan pentingnya pendidikan,

Jurnal  \  Berita

Peristiwa Kerusuhan Tasikmalaya (26 Desember 1996)

Ditulis oleh : Mr.En Minggu, 15 Mei 2011

Tasik kelabu,itulah sebutan bagi hari yang hitam itu. Hari mengenaskan dimana pembakaran,perusakan ada di hampir setiap sudut kota Tasikmalaya. Hampir 15 tahun peristiwa itu berlalu dan masih terasa di benak warga Tasikmalaya saat itu.

Peristiwa kerusuhan tasikmalaya adalah sejarah kelam yang dimiliki oleh kota cantik ini. Pada tanggal 26 Desember 1996,gelombang massa yang tidak jelas tujuannya mengacau di pusat kota Tasikmalaya. Gereja terbakar,pusat-pusat pertokoan hancur,dan tentu saja ratusan kendaraan tak bisa dihindari kerusakannya.

Hujan Tanpa Reda

Ditulis oleh : Affrilia Utami Minggu, 15 Mei 2011

ku buka bekas dari lipatan hutan,

barisan puisi yang tertanam dibenam dada.

dengan hujan yang menolak reda.

.... titik mendung dalam ranjang....

sediakan basah,

genangan purnama.

 

 

selaci rautmu mantra tatanan hujan.

dan, di hitam rambutmu tumbuh mimpi sebelum jadi.

seikat rembulan di kamar, bersajak dengan jarak.

bir dan arak bulan sabit memabuk.

...... mapihkan yang tak percuma....

 

 

deram langkah gulita atau kembang kenanga?

do'a dan hujan. Sama belum surut jua.

kutanamkan rengkuhan air wudhu.

pada subuh anak tangisan jaman.

.......... membutuhkan ibu.

 

 

hujanhujan bergugur membacakan

....... wajahmu; setubuh kerinduan.

 

. April 2011

Seni dan Sastra  \  Puisi

Cemburu

Ditulis oleh : ai hayati m.a Selasa, 19 April 2011

Iring-iringan   warna-warni lampu
Berkeliling pada mata-mata yang cemburu
Samar  terdengar tawa dan canda
Pada rembulan yang di lumuri malam

Entah,
Ke  manakah mentari ketika embun turun
Dan gerimis mulai menyapa  pucuk ilalang
Yang ada hanya nafas yang masih berhembus

aku  tak tahu pada siapa kumengadu
tentang hati yang cemburu
atau,
memposil  jadi kekuatan tak berpilar

Seni dan Sastra  \  Puisi

Bingkai Tua

Ditulis oleh : ai hayati m.a Selasa, 05 April 2011

Bingkai yang kian tua
Bersanding pada dinding sukma
Menghiasi sekelumit fotret kehidupan
Yang hanya indah sekilas di ujung mata

Lorong-lorong waktu semakin berlalu
Hingga masa datang dan berguncang
Melepas rakitan figura pada setiap jiwa

Lalu ia terlepas dan terhempas
Kini hanya tampak sisi retak yang tersisa
Dan puing-puing patahan di sudut-sudut zaman
Tinggalah bongkahan yang tak lagi di indahkan