Salam, Selamat Datang di Jurnal dan Komunitas Matapelajar.
Silahkan masuk atau mendaftar untuk membuat halaman blog serta catatan personal anda.

Close

Kampung Bahasa

... pegangi wajahku dalam ingatanmu ...
Berita Selasa, 02 November 2010

Berkah Tadarus Puisi


Tasik – 23/10/10, Menyimak dan memperhatikan Tadarus Puisi sesi kedua yang digelar Komunitas Cermin Tasikmalaya, membuat sadar akan segala ketidak tahuan. Mulai dari puisi sampai budaya dan karakter Tasikmalaya.

Penyair Muda Tasikmalaya; 3 Penyair Kamar. Begitulah tajuk acara Tadarus Puisi sesi kedua ini. Awal acara dibuka dengan pembacaan puisi dari ketiga penyair kamar oleh para bintang tamu. Diantaranya Aji Z, Asep Jumbo, Wit Jabo dari Teater Dongkrak, Lita dari SMA N 1 Ciamis, dan Wan Orlet dari Teater Oxigen. Ada nuansa lain ketika yang dirasakan ketiga penyair ketika karyanya dibacakan oleh orang lain, begitu ucap salah satu penyair yang karyanya akan didiskusikan.

Berita Senin, 06 September 2010

Tadarus Puisi; Tiga Penyair Santri


Tadarus Puisi. Mungkin hal baru yang kita dengar di dunia sastra. Mungkin ini akan mejadi tradisi baru dalam sebuah penamaan kegiatan atau tema dalam ruang –ruang diskusi sastra, khususnya di Tasikmalaya. Kalau kita menyimak beberapa tahun ke belakang, ada tradisi enam penyair membentur tembok, enam penyair menghisap knalpot dan lainnya. Sebenarnya tidaklah berbeda inti dari tradisi enam dan tadarus puisi tiga penyair santri. Hanya penamaan tema saja yang berbeda.
Dan tiga penyair santri disini adalah dimana tiga penyair itu lahir dari kalangan pesantren, meskipun tulisan dan karyanya tidak harus selalu religius. Kadang sosial, percintaan, lingkungan, ketuhanan dan sebagainya.           Tadarus puisi tiga penyair santri ini merupakan awal agenda dari Komunitas Cermin dalam rangkaian diskusi sastra yang selanjutnya akan mempersembahkan tiga penyair jalanan dan tiga penyair kamar.

Berita Sabtu, 28 Agustus 2010

Gema Ramadhan Pramuka; Saba Kota

Tasik, 28//08 - Siapa bilang pramuka hanya boleh tahu sawah dan ladang serta alam bebas?

Anggapan itu disanggah oleh kasepuhan dari Kwarcab Tasikmalaya; Eri Kustiaman. Pernyataan ini juga diiyakan oleh Rina Herlina selaku ketua pelaksana Gema Ramdhan 1431 H yang saya temui disela kesibukannya sebagai playmaker acara. Dalam yang bertajuk “Menggali potensi, meniti prestasi, menggapai ridho ilahi”,  Rina menyebutkan bahwa Pramuka harus aktif dan berperan serta, juga harus bisa menjaga jati dirinya, bukan hanya sekedar dikenal bahwa pramuka itu tempatnya  di alam bebas.   Kami juga ingin menunjukkan pada masyarakat umum bahwasanya Pramuka itu sosok yang religius, aktif sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka. Dan juga punya banyak potensi di bebagai bidang tentuya.

Acara ini dibagi menjadi beberapa golongan.  Untuk lomba mewarnai diikuti oleh siaga SD. Bercerita Sejarah Nabi (BSN) diikuti saga dan penggalang Sekolah Dasar (SD). Untuk fashion show, diikuti peserta dari golongan penggalang SD, SMP, penegak dan pandega. Untuk lomba baca sajak sunda diikuti oleh Penggalang  SMP, Penegak dan Pandega. Kegiatan ini diakhiri oleh Lomba lagu Islami dan Nasyid.

Alhamdulillah, untuk peserta tahun ini cukup meningkat. Dari SD ada kurang lebih 30 Sekolah DasarSMP 20, dan Perguruan tinggi yang aktif ada 2 perwakilan. Kurang lebih totalnya ada 900 orang.

Ada hal menarik disini. Beberapa tahun ke belakang, kegiatan ini selalu saja belangsung di tempat yang sekiranya agak kondusif. Tapi untuk tahun ini, Kwarcab Pramuka dalam hal ini DKC Tasikmalaya sebagai penyelanggara memilih mall sebagai tempat berlangsungnya acara ini. Ditelusuri dan dijejaki, Eri Kustiaman mengatakan bahwasanya Pramuka ingin mencoba suasana baru, meskipun memang ada ketidaknyamanannya.

Begitu juga yang disampaikan Violeta Estrela dan Ihsanul. “Sebagai peserta  lomba baca puisi di tempat seperti ini memang agak kurang nyaman, sebab yang namanya mall tentu saja banyak orang lalu lalang dan suara ramai disana sini. Kami jadi susah untuk konsentrasi”, begitu ucap Violeta,

Ihsan juga menambahkan, lebih nyaman dulu ketika Gema Ramadhan pusat keg atannya digelar di Gedung Kesenian Tasikmalaya (GKT). Tapi ada bagusnya juga, setiap peserta bisa  dibuat sebagai  pencerahan kalo sekali-sekali diadakan di pusat kota atau di keramaian. Meskipun memang benar agak terganggu dengan situasi lingkungan sekitar.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang di gelar Kwarcab pada tiap tahunnya  dan sengaja di laksanakan di bulan Ramadhan. Selain untuk ajang silaturahmi seluruh anggota pramuka di seluruh kota Tasikmalaya. Semoga ke depannya, acara ini bisa terus berlanjut dan semakin mantap serta banyak menetaskan pribadi-pribadi yang mandiri.

Berita Senin, 23 Agustus 2010

Konvergensi Media; Putaran 2



     UPI, 21/08 - Tak ada yang dapat menghalangi  laju perkembangan pekabaran. Di desa, kota atau pun dimana saja. Kita butuh sebuah pekabaran yang nyata, bahkan ada dan bisa membangun sebagai sebuah kritik serta saran. Fungsi dari media itu salah satunya adalah sebagai pewarta.

     Hal ini diaplikasikan dalam pesantren media putaran 2 di padepokan UPI Tasikmalaya. Pertemuan  kedua ini, membuka 5 kelas. Yaitu menulis, blogging, audio visual, desain grafis, photografi. Sangat disayangkan ketika orang minat pada suatu hal dan tak ada jalan atau tempat mencurahkan. Disinilah tempat mengalirkan itu semua.

     Tak peduli dimana tempatnya, ada yang di kelas, lapangan, atau tempat parker. Peserta sangat antusias mengikuti tiap kelas yang diminatinya. Bahkan ada yang sampai ikhlas gempor di tanah lapang yang berdebu. Cuma untuk mengikuti materi.
     Kelas menulis yang di suh oleh Kelik Nursetyo, mencoba simulasi proses kreatif penulisandari mulai pencarian bahan dan lainnya. Ada pun proses itu di antaranya wawancara, study pustaka, dan observasi.

     Di kelas desain grafis dan photografi, pemahaman dasar dan pembuatan suatu hal yang sederhana yang dapat dijadikan objek. Beda dengan blogging. Di kelas blogging duddy RS mencoba membedah daleman dari pada sebuah blog.
     Pesantren media menyisakan dua kali pertemuan yaitu hunting berita dan penutupan.
Untuk agenda minggu depan itu adalah hunting atau mencari bahan serta menyalurkannya pada sebuah media online.
     Semoga geliat jurnalisme di kalangan pelajar Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar tak hanya sampai disini saja, tapi harus ada rumusan continuetas setelah beres kegiatan pesantren media ini. Dan semoga pada hari berikutnya semua yang didapat di pesantren media dapat berkembang mengikuti perkembangan jaman.
Berita Rabu, 18 Agustus 2010

Mel-De-Ka

aku beri nama kau Indonesia

yang sia-sia

 

sebulan lalu, mahasiswa berontak pada keputusan yang kurang bijak

sehari lalu, ibu rumah tangga berebut berotak pada keputusan acak

 

sebulan lalu, anak kecil menggurat lehernya setelah sebelumnya mengibar mu

sehari lalu, tetangga itu kembali ingin merajai biru

 

lalu aku beri nama kau Indonesia

yang sia-sia

 

orasi sajalah kawan!!

tak perlu bernyanyi. orang tak punya nyali juga bisa tertawa

 

65 tahun lalu, parasmu tidak seperti ini

cantik luar dalam

beberapa tahun yang lalu, ternyata rahimmu penyakitan

 

 

Saung, 17 Agustus 2010

Berita Sabtu, 14 Agustus 2010

Pesantren Media ; Konvergensi

     UPI  Tasikmalaya, 14/08 - konvergensi media yang merupakan pokok bahasan pesantren media Ramadhan 1431 H kali ini, sangat diminati peserta. Sejumlah santri - santri  media, antusias sekali mengikuti rangkaian pesantren.
    Konvergensi media, sarana dimana kita bisa menyatukan antara media tulis, photografi, video dan lainnya menjadi sebuah karya yang dapat diwartakan melalui jejaring-jejaring sosial, dalam hal ini sebut saja media online, begitu ucap Duddy Rs pada pembukaan pesantren media kali ini.
Ditambahkan juga  Kelik Nursetyo, bahwasannya kita adalah pelaku dari konvergensi itu, kita sebagai penulis, pewarta, sekaligus pemilik media. Sehingga menjadikan warga masyarakat  umum pun bisa menjadi jurnalis.
    Acara ini di prakarsai oleh Pondok Media bekerja sama dengan AKSARA (Area Komunitas Sastra) dan TMC UPI Tasikmalaya dibuka dengan game-game menarik yang dipandu guru senior, Nero taufik. Dilanjutkan dengan pemutaran film jalan remaja yang didamping kawan – kawan dari SOCA. Serta terakhir  ditutup dengan diskusi dan bedah film dari segi bentuk dan isi
    Pesantren media masih menyisakan beberapa agenda. Diantaranya untuk pertemuan tanggal 21 Agustus 2010, ada 4 kelas diantaranya menulis, desain grafis, blogging dan photografi. Insya  alloh diakhir pertemuan akhir pertemuan akan digelar pentas seni dan laporan akhir dari peserta pesantren media  
Berita Kamis, 01 Juli 2010

Tradisi Vs Teknologi; Mengaji Mempertahankan Jati Diri

 

 

                 Jajangkungan                                                                             

 Situ Gede, 01/07 - Siapa bilang gatrik atau jajangkungan sudah tak bisa kita temui lagi di kota? Ternyata pendapat itu salah.      Dalam upaya mengangkat dan memperkenalkan budaya sunda terutama kaulinan urang lembur, khususnya di Tasikmalaya, Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olah raga  menggelar acara yang bertajuk “Pasanggiri Kaulinan Urang  Lembur” yang diselenggarakan di Situ Gede.      Selain untuk mengenalkan dan mengangkat budaya sunda, dikatakan oleh Ketua Pelaksana, Elis Darliani, S. Sn. juga untuk melestarikan kesenian daerah. Apalagi pada jaman sekarang ini, jaman yang serba instant, serba teknologi dan serba menuntut cepat, sepertinya kesenian daerah mulai agak terpinggirkan. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan hilang sama sekali. Anak pada jaman sekarang lebih mengenal Facebook atau Twitter, daripada keseniaan dari daerahnya sendiri. Padahal seni permainan daerah ini, berangkat dari keseharian yang sarat akan makna filosofis. Semisal gobag sodor, kita  diarahkan untuk dapat saling gotong royong, bekerja sama dengan anggota  grup kita untuk mencapai kemenangan.
     Memang hampir tak kita lihat pemandangan seperti itu di lingkungan atau di sekitar kita. Memang benar kita harus mengikuti perkembangan jaman. Tapi apakah dengan jalan  harus melindas tradisi? Tidak tentunya. Karena kebudayaan dan tradisi suatu daerah merupakan cermin kepribadian suatu daerah tersebut dan sangat tinggi dan mahal. Sudah di klaim sama pihak luar, baru seperti kebakaran jenggot.      Begitu serakah perkembangan jaman  memakan kota dan kemajuannya melindas budaya-budaya asli daerah. Padahal kita bisa menyeimbangkan antara tradisi dan teknologi. Kembali pada diri kita masing, untuk dapat menanamkan kecintaan pada tradisi sejak sekarang serta menularkannya kepada yang lain.      Itu mungkin pesan yang ingin disampaikan lewat kegiatan ini. Pasanggiri perdana ini diikutioleh 11 grup atau sanggar. Ada pun hasil dari pasanggiri ini : Juara 1 oleh Sanggar Kenanga Ligar (Sambong), Juara 2 diraih oleh Trotoar, dan Juara 3 diraih oleh Kopaster. Adapun untuk kategori kostum terunik diraih oleh Sanggar Bungsu. Permainan yang diselenggarakan yaitu, perepet jengkol, panggal, kelom batok, bedil jepret, jajangkungan, engkle, rorodaan, gatrik, gampar. Kesemua permainan itu dilakukan secara sambung menyambung, atau estafet.

                                                            Kelom Batok

 

                                                                                   

Berita Rabu, 16 Juni 2010

Apakah Benar Orang Miskin Dilarang Sakit???

     Sindangkasih, 15 /06 -  "setetes darah, nyawa bagi kami!", mungkin kalimat itu masih terngiang di ingatan saya.  Itu semboyan waktu sosialisasi PMI ketika saya masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar. Setetes sajaj sudah biisa menyelamatkan, apalagi satu labu.

     Inilah satu dasar pemikiran yang diterapkan oleh Oi Hijau Ciamis yang menggelar "Aksi Donor Darah Untuk Kemanusiaan yang ke 5" di aula kantor Kecamatan Sindangkasih. Berangkat dari beberapa kasus yang terjadi, seperti halnya demam berdarah, maka Oi Hijau menggelar aksi ini yang merupakan juga salah satu program kerja Oi Hijau dalam rangka memeriahkan  hari jadi ke - 368 Kabupaten Ciamis. Alhamdulillah aksi dapat menampung kurang lebih 49 labu darah yang seterusnya akan di test laboratorium.

     Memang ada sedikit penurunan pendonor dari aksi yang lalu, mungkin karena kurang gencarnya publikasi. tapi semangat untuk menggelar aksi seperti ini tak berhenti disini saja. Semoga aksi seperti ini bisa menjadi contoh bagi kelompok-kelompok Oi lainnya. Dituturkan Ega, Ketua Badan Pengurus Kota (BPK) Ciamis " ini mungkin menjadi salah satu upayauntuk menghapus imej bahwa Oi yang dikenal di masyarakat itu adalah sebuah Event Organizer (EO) yang suka mengadakan acara di alun-alun Ciamis". Ega sendiri menegaskan bahwa program sekarang ini, BPK  Ciamis tengah berbenah diri menghapus imej seperti itu. karena Oi bukan hanya EO atau penyelenggara kegiatan bermusik saja tapi ada aksi sosialnya juga. 

     Darah memang sangat diperlukan bagi semua orang. Unit Transfusi Darah (UTD) Ciamis juga mengatakan kebutuhan darah di Ciamis hampir 400 labu, entah apakah itu termasuk yang ada di bank darah atau tidak. Atau jangan-jangan Ciamis juga tidak mempunyai bank darah?

     Satu hal yang dikeluhkan masyarakat, kenapa biaya test laboratorium itu sangatlah mahal. Hampir 250.000,-  begitu mahal bagi keluarga yang memiliki pasien atau orang sakit yang memerlukan darah. Belum lagi ditambah biaya rawat inap, obat-obatan dan lainnya. masyarakat kecil apalagi mereka selalu bertanya dimana letak kesehatan gratis yang digembor-gemborkan dalam kampanye.  Dimana kebijakan pemerintah setempat untuk menekan lebih minim lagi segala hal untuk urusan kesehatan.

     Atau memang benar bahwa orang miskin itu dilarang sakit???

Bergabung di Oi Trotoar Tasikmalaya, juga meniba ilmu di Komunitas Cermin Tasikmalaya. Menulis adalah serangkaian peristiwa yang dirasa, dilihat, dan diguratkan dalm sebuah dunia kata.

Ikuti dwi rusmianto di:
  • matakamu