Panitaia khusus (Pansus) yang mengusut kasus Bank Century dianggap mundur. Anggapan ini terungkap pada grup khusus di situs jejaring Facebook bernama “ Tuntut Pansus Sebutkan Nama Penanggung Jawab Kasus Bank Century”. Grup ini dibentuk Sabtu malam (20/02).
Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti yang juga bertanggungjawab atas pembentukan grup ini menegaskan bahwa sikap Pansus yang tidak berani menyebutkan nama orang yang bertanggungjawab adalah langkah mundur. “mereka mau menyebut institusi yang bersalah, tetapi tidak mau menyebut orang yang bertanggung jawab. Mana mungkin institusi bisa bersalah jika tidak ada orang yang memainkannya” kata Ray. “Jika Pansus tidak menyebut nama penanggungjawab ini adalah langkah mundur, dan mundur adalah penghianatan” tambahnya.
Bagi Ray, sikap semacam ini tidak boleh dibiarkan karena akan memundurkan demokrasi. Selain itu, rakyat akan terkhianati karena kehendak rakyat untuk menghilangkan korupsi dicederai sendiri oleh wakilnya di parlemen. “Maka, kami berinisiatif untuk menghimpun sikap publik melalui situs jejaring. Lalu hasilnya akan kami bawa pada rapat paripurna DPR-RI awal maret nanti” jelas Ray.
Berbagai langkah akan dilakukan, minggu depan Ray bersama aliansi gerakannya akan gelar aksi untuk menuntut Pansus segera selesaikan kasus Bank Century. [Sahuri Mulia Hakim]

Tidak ada kata telat menyatakan sikap. Sebagai warga negara Indonesia, inilah saatnya kita mendukung upaya pemberantasan korupsi dan menolak segala macam upaya pelemahan pemberantasan korupsi. 

JAKARTA, MATAPELAJAR - Koalisi Anti Utang (KAU) menolak kebijakan pemerintah soal utang baru. Pernyataan ini dinyatakan setelah siaran pers KAU sebagai respon atas sosialisasi pengadaan utang baru di Yogjakarta (27/7).
APA jadinya jika ruangan berukuran 6x8 meter diisi oleh 100 orang pelajar? Sesak bukan? Itulah yang terjadi saat Citizen Journalism Forum (CJF) meeting akbar di kantor Indosat cabang Tasikmalaya.
TASIK-MATAPELAJAR - Sabtu (8/8), kantor Indosat cabang Tasikmalaya kebanjiran pelajar. Tempat yang dipakai untuk silaturahin Citizen Journalism Forum (JSF) ini tidak mampu menampung anggota komunitas pelajar. Mereka ini terdiri dari komunitas Kirlistik Almuttaqin, Tejo Tua, Baju Kopral, LSP, Ikik Wiradikarata, Buana Pelajar, Pijar Pagi, Jurnalis 261, dan beberapa komunitas sekolah se Ciamis-Tasik.



