Salam, Selamat Datang di Jurnal dan Komunitas Matapelajar.
Silahkan masuk atau mendaftar untuk membuat halaman blog serta catatan personal anda.

Close

Ai Nurhidayat

Hanya seorang dan salah satu dari sekian penulis aktif matapelajar.com
Berita Minggu, 21 Pebruari 2010

Kasus Bank Century “Mundur adalah penghianatan”

Panitaia khusus (Pansus) yang mengusut kasus Bank Century dianggap mundur. Anggapan ini terungkap pada grup khusus di situs jejaring Facebook bernama “ Tuntut Pansus Sebutkan Nama Penanggung Jawab Kasus Bank Century”. Grup ini dibentuk Sabtu malam (20/02).

Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti yang  juga bertanggungjawab  atas pembentukan grup ini menegaskan bahwa sikap Pansus yang  tidak berani menyebutkan nama orang yang bertanggungjawab adalah langkah mundur. “mereka mau menyebut institusi yang bersalah, tetapi tidak mau menyebut orang yang bertanggung jawab. Mana mungkin institusi bisa bersalah jika tidak ada orang yang memainkannya” kata Ray. “Jika Pansus tidak menyebut nama penanggungjawab ini adalah langkah mundur, dan mundur adalah penghianatan” tambahnya.

Bagi Ray, sikap semacam ini tidak boleh dibiarkan karena akan memundurkan demokrasi. Selain itu, rakyat akan terkhianati karena kehendak rakyat untuk menghilangkan korupsi dicederai sendiri oleh wakilnya di parlemen. “Maka, kami berinisiatif untuk menghimpun sikap publik melalui situs jejaring. Lalu hasilnya akan kami bawa pada rapat paripurna DPR-RI awal maret nanti” jelas Ray.

Berbagai langkah akan dilakukan, minggu depan Ray bersama aliansi gerakannya akan gelar aksi untuk menuntut Pansus segera selesaikan kasus Bank Century. [Sahuri Mulia Hakim]  

  

Berita Minggu, 29 November 2009

Cyber Gaya di Dadaha

Rengrengan Citizen Journalism Forum (CJF) hari ini mengadakan "workshop-shock" di  Dadaha, Kota Tasikmalaya (29/11). Acara ini dirancang sebagai pemeriah Tasik Expo 09 yang digelar hari ini hingga 06 Desember 2009. 

"Workshop-Shock" ini merupakan kegiatan lanjutan CJF dengan judul "jurnalisme pelajar: Cyber gaya". Selain berburu berita, rengrengan CJF yang terdiri dari beberapa komunitas pelajar ini juga akan mendalami Public Speaking  yang dipandu oleh Kang Duddy RS. 

Acara ini berlangsung setelah makan siang hingga sebelum Maghrib. Buat teman-teman yang  berminat hadir, "sok". acara yang disponsori Indosat ini Gratis dan terbuka untuk umum. 

Berita Jumat, 06 November 2009

Cicak Lawan Buaya

Tidak ada kata telat menyatakan sikap. Sebagai warga negara Indonesia, inilah saatnya kita mendukung upaya pemberantasan korupsi dan menolak segala macam upaya pelemahan pemberantasan korupsi.

Nyatakan dukungan anda dengan menyebarkan informasi kepada teman dekat, keluarga, dan masyarakat sekitar tentang dukungan untuk melawan korupsi.

Hiasai halaman facebook anda dengan profile bergambar "cicak lawan buaya". Semoga ikhtiar ini menjadi langkah alternatif sebagai dukungan pemberantasan korupsi. ayo, ganti gambar profile rame-rame!

Berita Minggu, 23 Agustus 2009

CJF Menyambut Ramadan

TASIKMALAYA, MATAPELAJAR - Sambil mengisi puasa perdana di bulan Ramadan, rengrengan Citizen Journalism Forum (CJF) Priangan Timur mengadakan acara menarik. Acara itu bertajuk Pesantren Media.

Acara ini merupakan ajang aktualisasi diri pelajar yang hendak mendalami ke-mediaan. CJF memanfaatkan momentum hari pertama puasa ini selain sebagai arena ibadah juga sebagai medan dakwah, dengan belajar seluk-beluk media. Disponsori matapelajar.com, Harian Umum Priangan dan Indosat, acara ini terbilang sukses.

Berita Jumat, 21 Agustus 2009

Bentangkan Optimisme Bangsa

foto:Humas Paramadina

foto:Humas ParamadinaJAKARTA,MATAPELAJAR - Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, berorasi pada acara refleksi kebangsaan memperingati HUT Republik Indonesia ke 64.  Acara ini merupakan puncak kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Falsafah dan Agama HIMAFA, Kamis malam (20/8).

Pada orasinya, Anies menjelaskan sikap yang harus dilakukan oleh kaum muda, yaitu menebarkan optimism bangsa. Bagaimana caranya?

 “Dengan menceritakan kesuksesan-kesuksesan yang selama ini absen hingga masyarakat memiliki Optimis dan meneruskan kemerdekaan yang sudah diraih selama 64 tahun ini” kata Anies. “Jangan melulu menceritakan sisi gelapnya karena itu berakibat pada pesimisme. Dan itu berbahaya” lanjutnya.

 Selama ini masyarakat dibombardir dengan berita-berita kegelisahan oleh media. Siang malam, berita bernada pesimis tentang sisi buruk bangsa diantarkan ke rumah-rumah tanpa ada perimbangan berita.

Anies menyebutkan contoh kasus pilkada. “setelah pemilu, ramai-ramai media menceritakan tentang caleg yang gila lantaran tak menang pemilu. Seakan akan pemilu di Indonesia bikin orang stress. Padahal ada caleg yang sampai terpilih tetapi murni dipilih oleh masyarakat tanpa mengeluarkan banyak uang.”

Dialah, kata Anies, seorang bidan di Jawa timur yang justru diinginkan warganya menjadi wakil mereka. Tapi media tidak ramai mengabarkan itu.

Menurutnya masyarakat yang terdidik dan sudah terbebaskan harus berupaya menebarkan optimism bangsa bagi masyarakat luas. Dengan begitu Indonesia pada ulang tahun yang ke 100, bisa memerdekakan seluruh rakyatnya dari kebodohan dan kemiskinan, hingga janji kemerdekaan terbayar lunas. “Dan itu hanya 36 tahun lagi” tambah Anies saat menutup orasinya.

 

 

Berita Minggu, 09 Agustus 2009

Beban Utang Baru: Di tengah krisis, ADB sumbang lagi utang sebesar 500 juta dolar

JAKARTA, MATAPELAJAR - Koa­­li­si Anti  Utang (KAU) me­­­­nolak kebija­k­­­an pe­me­rin­tah soal utang baru. Per­­­­nya­taan ini dinyatakan se­­telah siaran pers KAU se­bagai res­pon atas sosialisasi peng­­­­adaan utang baru di Yogjakarta (27/7).

Utang sebesar 500 juta dollar AS dari Asian Deve-lopment Bank (ADB) terse-but akan digunakan untuk mem­bangun jalan lintas se­la­tan Jawa (1700 km), Kali­mantan Barat (1300 km) dan Kalimantan Timur (600 km).

Berita Sabtu, 08 Agustus 2009

Gak Kebagian Kursi, Tetep Asyik

APA jadinya jika ruangan berukuran 6x8 meter diisi oleh 100 orang pelajar? Sesak bukan? Itulah yang terjadi saat Citizen Journalism Forum (CJF) meeting akbar di kantor Indosat cabang Tasikmalaya.

Ada yang mau jujur. Cahyadi Mardiansyah, anggota komunitas Bajukopral Ciamis mengaku kegiatan kali ini cukup menarik dan ramai. Berbeda dengan rombongan komunitas SMA 1 Tasik, mereka mengaku kegiatan ini bikin cangkeul. “tapi saking banyaknya temen, ya, jadi ramai” kata salah seorang dari mereka yang tak sempat menyebut namanya.

Berita Sabtu, 08 Agustus 2009

Banjir Pelajar

TASIK-MATAPELAJAR - Sabtu (8/8), kantor Indosat cabang Tasikmalaya kebanjiran pelajar. Tempat yang dipakai untuk silaturahin Citizen Journalism Forum (JSF) ini tidak mampu menampung anggota komunitas pelajar. Mereka ini terdiri dari komunitas Kirlistik Almuttaqin,  Tejo Tua, Baju Kopral, LSP, Ikik Wiradikarata, Buana Pelajar, Pijar Pagi, Jurnalis 261, dan beberapa komunitas sekolah se Ciamis-Tasik.

Ikuti Ai Nurhidayat di:
  • matakamu