Salam, Selamat Datang di Jurnal dan Komunitas Matapelajar.
Silahkan masuk atau mendaftar untuk membuat halaman blog serta catatan personal anda.

Close

irbad nurzaman

Hanya seorang dan salah satu dari sekian penulis aktif matapelajar.com
Berita Jumat, 30 April 2010

Lionel Messi Terkutuk Ballon D’Or

Siapa pun pasti tak menyangkal penampilan Lionel Messi di semi final liga champion musim ini, menjadi bukti sahih sebagai peraih Ballon D’Or 2009. Pergerakan, kecepatan dan ketenangan dalam membuat gol membuat orang tertakjub. Sajauh sejarah sampai saat ini hanya 2 dari 17 peraih Ballon D’Or yang bisa membawa klubnya meraih gelar juara Champion pada tahun berikutnya, hanya nama Mattheis Sammer (Borussia Dortmund) 1995 dan Ronaldinho (Barcelona) 2005. Meskipun sudah membawa Barcelona hingga semi final, banyangan untuk bermain di final pun semakin besar.

Messi bermain habis-habisan saat menjamu inter di New Camp, akhirnya atas kerjasama tim yang begitu luar biasa membuahkan hasil pada menit 86 terjadi gol yang tercipta oleh Pique, dan membuat skuad Jose Morinho tertinggal 1:0. Skor 1:0 tidak berubah sampai akhir pertandingan, meski Barcelona menang pada pertandingan ini, agregat 2:3 yang menentukan lolos dan tidaknya ke puncak Liga Champion.  Meskipun Messi bermain habis-habisan dalam pertandingan tersebut, Messi harus terkena kutukan Ballon D’Or seperti halnya Cristiano Ronaldo yang harus takluk di tangan Barcelona pada Liga Champion musim lalu dan harus rela menjadi runner-up, pada saat itu CR9 yang meraih penghargaan ballon D’Or  tak mampu memberi gelar juara Champion bagi Manchester United. 


M Irbad Nurzaman

kelas IX MTs Darussalam 

Berita Sabtu, 27 Maret 2010

Bocoran Kunci Jawaban UN SMP-SMA 2010 Sebuah Keprihatinan

Bocoran Kunci Jawaban UN SMA-SMP 2010, mungkin dekat-dekat ini akan bertebaran lagi di internet dalam berupa keyword . Selain itu bahkan Bocoran Ujian Nasional ini dijual belikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jwab. Itu terbukti waktu saya Ujian Nasional Tahun 2009 Kemarin, waktu saya search menggunakan google ternyata saya menemukan di sebuah forum ada pihak yang menjual belikannya dengan harga yang memang tidak murah yaitu Rp. 2.500.000 hanya untuk ukuran secarcik daftar A,B,C,D dan E.

Kok bisa bocor begitu?? tanya saya waktu itu. Ternyata memang setelah saya nonton salah satu tayangan televisi yang suka mengungkap berbagai kecurangan-kecurangan yang terjadi di Masyarakat, oknumnya itu sangat terorganisir dan memang sulit untuk dicegah. Karena mereka menilainya ini adalah sebagai ladang emas untuk berbisnis dengan keuntungan yang sangat besar sekali.

Kita semua pasti prihatin dengan keadaan ini, tapi mau gimana lagi. Ada bahkan mungkin banyak hal yang menyebabkan ini terjadi, salah satunya adalah Sistem Ujian Nasional yang dengan Standar Nilai tertentu yang mengharuskan siswa supaya dikategorikan LULUS dalam Ujian Nasional dan bisa juga diakibatkan mungkin (maaf) ketidak seriusan sebagian para siswa untuk belajar dan memahami pelajaran di sekolah terutama pelajaran yang di Ujian Nasionalkan sehingga dengan segala keterbatasan mereka akan melakukan hal apapun hanya untuk meraih sebuah kata "LULUS". Kita tidak bisa menyalahkan sistem pendidikan yang sedang berjalan, tapi apakah memang benar sistem yang berjalan di setiap sekolah itu sudah sesuai dengan sistem standar pendidikan dari pemerintah.

Kira-kira solusi apa yang bagus, yang terbaik, yang optimal  agar kejadian ini tidak berulang secara menahun di Indonesia yang saya rasa hal yang memperihatinkan ini bisa menghancurkan sedikit demi sedikit generasi penerus Bangsa Indonesia. Untuk menjawabnya, saya rasa ini kembali pada diri kita sendiri khususnya para pelajar, orang Tua dan Para pendidik yang terlibat, semacam introspeksi. Dan mudah-mudahan juga Pemerintahan kita mepunyai sebuah solusi entah apaakah itu yang setidaknya bisa mengurangi tindakan kecurangan yang terjadi selama ini.

 
 
 
Irbad Nurzaman
Citizen Journalism Forum
MTs Darussalam, Ciamis 
Berita Rabu, 24 Maret 2010

Eka Dianugerahi YCfSC

Dianggap sebagai olahragawan muda berprestasi, Eka Ramdani memperoleh penghargaan Youth Champions for Sport Category (YCfSC) dari Indonesia Youth Marketing Subculture Forum di Hotel Hilton, Jln. Pasirkaliki Bandung, Selasa (23/3).
Eka disandingkan bersama sejumlah pemuda lain yang dianggap berprestasi di bidangnya seperti Egi Hamzah (politik), Daniel Edward (lingkungan hidup), Lucky Widiantara (wirausahawan), dan Ariel "Peterpan" (seni).
"Kelima pemuda ini dianggap berprestasi di bidangnya masing-masing. Mereka patut dijadikan contoh bagi pemuda lainnya," ujar pakar marketing Indonesia, Hermawan Kartajaya, kemarin.
Menanggapi penghargaan yang diberikan kepadanya, Eka mengaku tidak pernah membayangkan hal itu sebelumnya. Bahkan ia baru mengetahuinya saat Persib Bandung usai tandang melawan PSPS Pekanbaru.
"Waktu di bandara menuju Bandung, saya diberi tahu akan memperoleh penghargaan. Saya sempat bingung, tetapi ternyata pihak panitia memberikan penjelasan tentang kriterianya. Setelah itu saya baru mengerti," katanya.
Diungkapkan Eka, salah satu yang membuat saya menerima penghargaan tersebut yaitu karena dapat membawa Indonesia menjuarai Piala Kemerdekaan di Malaysia dan juara Piala Sultan di Brunei.
Setelah memperoleh penghargaan tersebut, Eka mengaku lebih terpacu untuk tampil dan bermain sebaik mungkin. Baik bermain di timnas Indonesia ataupun di Persib. Terlebih bagi pemain sepak bola, prestasi tertinggi yang bisa dicapai yaitu membawa timnya menjadi juara.
"Kalau bisa membawa Persib juara itu mungkin jadi prestasi tertinggi yang dapat dicapai," ujar Eka.
Kendati memperoleh penghargaan tersebut, Eka tetap merendah. Penghargaan tersebut tidak akan membawanya menjadi lebih jumawa. "Ya akan tetap menjadi Eka yang sebelumnya. Tidak akan berubah, kecuali ingin bermain dengan lebih baik lagi," tukasnya.

Berita Jumat, 26 Pebruari 2010

Memperingati Maulid Nabi dengan Sekaten

Sekaten atau upacara Sekaten (berasal dari kata Syahadatein) adalah acara peringatan ulang tahun nabi Muhammad s.a.w. yang diadakan pada tiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (Rabiul awal tahun Hijrah) di alun-alun Yogyakarta (dan juga di alun-alun Surakarta secara bersamaan). Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam. Pada hari pertama, upacara diawali saat malam hari dengan iring-iringan abdi Dalem (punggawa kraton) bersama-sama dengan dua set gamelan Jawa: Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Iring-iringan ini bermula dari pendopo Ponconiti menuju masjid Agung di alun-alun utara dengan dikawal oleh prajurit Kraton. Kyai Nogowilogo akan menempati sisi utara dari masjid Agung, sementara Kyai Gunturmadu akan berada di Pagongan sebelah selatan masjid. Kedua set gamelan ini akan dimainkan secara bersamaan sampai dengan tanggal 11 bulan Mulud selama 7 hari berturut-turut. Pada malam hari terakhir, kedua gamelan ini akan dibawa pulang ke dalam Kraton.

Grebeg Muludan

Acara puncak peringatan Sekaten ini ditandai dengan Grebeg Muludan yang diadakan pada tanggal 12 (persis di hari ulang tahun Nabi Muhammad s.a.w.) mulai jam 8:00 pagi. Dengan dikawal oleh 10 macam prajurit Kraton: Wirobrojo, Daeng, Patangpuluh, Jogokaryo, Prawirotomo, Nyutro, Ketanggung, Mantrijero, Surokarso, dan Bugis, sebuah Gunungan yang terbuat dari beras ketan, makanan dan buah-buahan serta sayur-sayuan akan dibawa dari istana Kemandungan melewati Sitihinggil dan Pagelaran menuju masjid Agung. Setelah dido'akan Gunungan yang melambangkan kesejahteraan kerajaan Mataram ini dibagikan kepada masyarakat yang menganggap bahwa bagian dari Gunungan ini akan membawa berkah bagi mereka. Bagian Gunungan yang dianggap sakral ini akan dibawa pulang dan ditanam di sawah/ladang agar sawah mereka menjadi subur dan bebas dari segala macam bencana dan malapetaka.

Ikuti irbad nurzaman di:
  • matakamu