Ada nuansa tersendiri yang hadir, ketika saya (untuk kesekian kalinya) terkenang masa anak-anak yang penuh dengan keindahan, disertai dengan keluguan dan kepolosan tingkah. Tak ada beban pikiran menjemukan, apalagi masalah yang seringkali membuat dahi bekerut berlipat-lipat. Oh INdahnya!
Pada akhirnya, setelah sibuk dan agak lelah dengan aktifitas di siang hari, saya harus menyempatkan diri untuk setidaknya menulis 500 kata dalam sehari. Ritual yang saya ciptakan sekadar sebagai latihan untuk terus mengasah sense menulis. Ini tidak lain menjadi semacam ritual rutin, yang kadang menjemukan, tapi nikmat. Meski berulangkali menulis hal-hal yang absurd dan tidak serta merta dipahami secara utuh apa yang saya tuliskan, bahkan oleh saya sendiri.




