Jembatan_MU
Jemari tak pernah ku inginkan tumbuh
telapak kaki sungguhlah letih
setiap erat pegangan selalu membidik dosa
senapan langkah ini mengerucut ke balik dusta
oh, betapa sangat pencarian ini
ketika bosan dengan keadaan
ketika lenyap semua harapan
bagai
sutra
Kau
tiupkan gema takbir yang mungil
"astagfirulloh"
kelopak mata ini meneteskan keruh air mata
dengan lirih.
perlahan bibir ini mengucap
"lailahaillalloh Muhammadarrasululloh"
Kota Bandung 2011
Dadaha
I
Najan sagẻwok jeung pacorok kokod
Tapi tetep rẻa nu nyoro
Najan pinuh ku kamelang
Aya guna pikeun dudunya
II
“Dadaha”
Anjeun boga carita mang juta jalma
Anjeun nẻnjo pungsatna calana
Sarta tembong maksiatna rẻwuan manusa
Di Dadaha :
Pagelek-gelek
Pasedek-sedek
Silih sẻrẻd
Silih sẻbrẻd
“Dadaha”
pikeun kuring anjeun jadi cukang ngaguar karya
GK.170911
The end
Jangan kau pertanyakan kisah silam
Karena hati ini tak mampu berdusta
dan sulit maaf mu kuterima
Ya, wajahmu bergentayangan
Ya, suaramu selalu terngiang
Ya, aroma tubuhmu masih belum tergantikan
"Selesai"
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
"Indonesia merah darahku
putih tulangku
bersatu dalam semangatku"
Lantas mengapa yang harus di kenang hanyalah mereka yang di kenal?
Hanya debukah selain mereka yang di kenal masa perjuangan?
Banyak,
Renungkan siapa lagi?
agustus
5 Langkah Dari Pintu kostn
Malam terasa dingin sekali sementara tangan ini memegang erat sebotol minuman yang memabukan diiringi lagu asmara. aku mewarnai roko putih dengan api yang merah, kepalaku amat pusing saat asap rokok itu mengepul menyerupai wajah dan tubuhmu. aku reguk kembali minuman yang tersisa banyak tak sadar tangan ini mengirimkan sebuah pesan singkat yang tak perlu ku kirimkan, sambil berharap balasan aku menikmati kembali rokok yang telah berkurang kepanjangannya makin banyak kepulan yang aku keluarkan ketika datang balasan darinya " Ada apa tumben " wajahmu semakin bergentayangan kembali ku balas pesan darinya "Bisa temani aku malam ini?" usai ku balas pesan itu aku keluar menuju kamar mandi yang melewati kamarnya sambil perlahan aku melirik ke arah kamar itu... pintu itu sedikit terbuka mata ini sejenak sulit berkedip dikala melihat gaun tipis yang menutupi tubuh itu... "owhh betapa aku ingin menempelkan tangan ini tepat pada tubuhnya" itu hanya keinginan birahiku saja aku kembali menuju kamarku usai dari kamar mandi.. terlihat ada pesan yang belum sempat aku baca cepat sekali tangan ini membuka pesan yang berisi "tunggu aku di kamarmu" hati ini makin tak karuan lalu kembali aku meneguk minuman itu dan menyalakan kembalai sebatang roko. ya aku memang sudah mabuk saat itu insting birahiku semakin memuncak dan tak sabar aku ingin dia menemui aku, cukup lama ia belum membalas pesan dariku dan entah mengapa kaki ini membawaku kembali ke tempat yang tadi aku terhenti sebelum ke kamar mandi pintu itu masih belum tertutup dia pun belum tidur menurutku. hening saat itu kala hujan reda, aku terhentak kaget mendengar handphone di kamarku berdering keras kembali aku mengambil handphone di kamarku ku baca "AKU TAHU KAU MELIHATKU DI BALIK PINTU YANG SEDIKIT TERBUKA MASUK SAJA JANGAN MALU-MALU" tubuhku bergetar beserta fikiran yang kacau dengan menghabiskan minuman aku beranjak ke kamar itu dengan sempoyongan "satu, dua, tiga, empat, lima" tepat sekali langkahku meuju pintu kamarnya namun aku tertunduk melihat ceceran darah yang bergumpalan ketika mata ini ingin melihatnya dia sudah berada di depan batang hidungku sambil tersenyum dengan air mata membisikan "KU HARAP KAU TAK SEPERTI MEREKA YANG HANYA MENIKMATI PEREMPUAN KEMUDIAN DICAMPAKAN AKU MENJADI KORBAN DAN TELAH AKU GUGURKAN KANDUNGANKU SETELAH 3 BULAN AKU SEMBUNYIKAN KINI TAK ADA LAGI YANG HARUS AKU PERTAHANKAN. SELAMAT MALAM"
Du'a
"Allohummasolli'ala saidina Muhammad
wa'ala alisaidina Muhammad"
Dina salembar amparan
Rampak kayaning pupujian
Dina sela-sela kecap
Aya keclak jeung renghap
Ya Nabi
Ya Rosul
Ya Muhammad
Na bet mikacinta ka kami ?
"Astagfirulloh hal'adzim"
Anjeun rido jadi cukang pikeun kami ka Sawarga
Tapi geuning kami geus sulaya
Naha pantes kami di pikacinta?
Gusti
Tepungkeun kami jeung Anjeuna
Usap raga jeung sukma nu geus sulaya
Tiupkeun rasa mikacinta ka maranehna
"Subhanalloh walhamdulillah walailahaillalloh"
Gusti
Naha pantes kami di aku umatna
Wajiwa bandung
(muludan)
2011
Berakhirlah
Kami bukanlah asap knalpot Ngeri ini
Tapi solusi bagi polusi Bangsa ini
Bung Chairil !
"Belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa" katamu,
Bagai mana bisa kami jawab Bung?
Sementara mereka makin bercokol di atas sana
Kami berteriak
Mereka bersorak
Kami diam
Mereka senang
Kini semakin jelas
Penindasan
Penjajahan
Adalah semangat beralaskan pengorbanan menuju kejayaan
Kami berperang di keheningan
27 juli




