Salam, Selamat Datang di Jurnal dan Komunitas Matapelajar.
Silahkan masuk atau mendaftar untuk membuat halaman blog serta catatan personal anda.
|
CeritaKetika Cinta Tak MewaktuDitulis oleh : Affrilia Utami Rabu, 29 Desember 2010
Oleh Afrilia Utami
Pada saat itu mempelai wanita memberi isyarat pada seorang gadis yang mendekat. Ia berjalan sambil memaksakan kelembutan dan kehalusan mata hadirin. Gadis yang dipanggil itu datang merapatkan dua matanya pada isyarat pengantin. katakanlah padanya ia mengalami penderitaan yang buta, ia binasa ingin memandang cahaya matamu, ia tak lagi mendengar hanya ingin ucapanmu. Cepatlah pergi ke sana dan berdo'alah sepenuh hati demi aku. Mintalah atas nama cinta. tak perlu takuti pedang-pedang kilau yang tumpul di tubuhmu. Kau hanya perlu sebuah penyumbat telinga. Tak sepatah kehausan akan menjadi sungai darah untukmu. Cepatlah .. berlari ...! Ketika Islam Jadi TaruhannyaDitulis oleh : Wildan Nuruzzaman Kamis, 23 Desember 2010
Namaku Marcela Catelya Yohanes Yoseph. Putri tunggal dari pengusaha terkenal di Perancis, Andrea Yohanes Yoseph dan Anita Nurul Kamal. Aku merupakan hasil ekspedisi dari perpaduan antara Belanda-Indonesia.sejak umurku 5 tahun, aku di besarkan di Perancis, padahal kata mami aku di lahirkan di Indonesia.
jiwaku adalah jiwa petualang, dan liburan kali ini aku ingin berlibur ke Indonesia yang terkenal dengan pulau dewata yang eksotiknya."mom,please,,, sela pingin banget ke bali, sela kan udah gede..."pintaku memelas. "tapi huny, kamu janji ga boleh macem-macem.. awas kalo bikin ulah di sana, sampe bandara langsung minta di anter ke vila kita yang di puncak ya?" Asyik.... akhirnya mami berpihak padaku, hihihihihi. Sepercik AsaDitulis oleh : Asri Nuraeni Alfarabyan Sabtu, 02 Oktober 2010
“Kenalkan namaku “Alfarabyan” cukup panggil aku ‘alfa’ ,’al’,’atau ‘byan” paparku pada teman-teman mahasiswa lain yang senasib dan sepenanggungan harus berpanas-panas ria di lapangan utama kampus.
“Tolong sebutkan nama lengkap!” suruh salah satu kakak tingkat yang ada di tengah lingkaran mahasiswa baru. “Nama lengkapku …….” (aku ragu menyebutkan nama lengkapku) seumur hidupku, yang paling anti kulakukan adalah berbohong, kecuali satu hal yaitu aku tidak mau menyebutkan nama lengkapku. Toh menyembunyikan nama lengkapku bukan suatu kebohongan besar bukan? Aku takut kalau menyebutkan nama lengkapku bakalan terjadi kontroversi. Tepatnya aku harus mengadakan konfrensi pers untuk menjawab pertanyaan orang-orang yang mengetahui nama lengkapku. Sebegitu anehkah namaku? Perjalanan ke Amerika : Seorang Pertukaran Pelajar (part 1) - The JourneyDitulis oleh : Aliffia Rachman Senin, 13 September 2010 7 Agustus 2010, 19.25 Lufthansa Airlines, LH779, seat 55J. Lebih 25 menit dari jadwal keberangkatan, pesawat dari Singapura telat datang. Dari balik jendela pesawat itulah pertama kalinya aku melihat kerlap-kerlip kota dari atas. Ini mungkin terakhir kalinya melihat Jakarta, Indonesia. Setidaknya untuk satu tahun ke depan. Memori beberapa hari kebelakang, aku dan teman-teman, 103 siswa-siswi pertukaran Youth Exchange and Study (YES) ke Amerika mengikuti camp di Wisma Handayani, Fatmawati untuk mendapat pembekalan. 3 Agustus 2010, kami, AFS-YES INAYPScNH 10-11 tampil di Umar Ismail Hall, Kuningan dengan pertunjukan yang sangat dahsyat. Sebuah pengalaman yang tak bisa dilupakan. Perjalanan dimulai. Christ dan Jim, dua volunteer Amerika, menemani perjalanan kami. Satu jam kemudian pesawat transit di Changi Airport, Singapura, hanya sebentar. Dengan pesawat yang sama selama kurang lebih 11 jam kami menuju Frankfurt, Jerman. Kami tiba sekitar pukul 6 pagi waktu Jerman. Kami punya waktu enam jam untuk menunggu keberangkatan selanjutnya. Christ dan dan Jim memperbolehkan kami berjalan-jalan di airport. Disanalah, pertama kalinya aku membelanjakan uang dolar. Aku habiskan $9 untuk membeli snack, lalu 4.9 Euro untuk membeli lipbalm, dan 1,5 Euro untuk menggunakan internet. Kapok. Internet mahal banget. :((
Pukul 15.30 waktu Washington DC, kami tiba di Dulles Airport. Semua lelah hilang saat kami disambut volunteer dari berbagai negara mengenakan kaos YES berwarna merah. Mereka tersenyum, mengatakan 'welcome'. Perasaan senang, bahagia, campur aduk. Here's AMERICA!! Menggunakan bus kami menuju National 4-H Youth Conference Center, tempat camp orientasi kedatangan. Di tempat itu kami bertemu dengan teman-teman dari negara lain yang juga tergabung dalam Youth Exchange and Study 2010/2011 : Thailand, Philippine, India, Mesir, Ghana, Kenya, Mozambik, Saudi Arabia, dan Afrika Selatan. Sebagian besar dari kami adalah beragama Islam. Sebelum tidur kami makan di ruang makan (canteen) dimana semua anak tumplek dan berbicara dengan bermacam-macam bahasa. Esok hari, kami pergi ke US Embassy menggunakan bus. Aku di bus Indonesia 3 dengan PJ, si supir gaul, yang sangat bersemangat menjelaskan seluk beluk jalan yang kami lewati. Ah ya, Indonesia adalah negara dengan peserta terbanyak, 103 orang, setara dengan 1/4 jumlah peserta dari semua negara. Itulah mengapa sampai dibagi tiga grup. View Washington DC sangat-sangat keren. Kota yang rapi, jalan yang lebar, bangunan tinggi, dan jajaran apartement mahal. Kami melewati beberapa universitas yang membuat kami kagum. Di US Embassy, kami disambut dengan sambutan sebagai duta bangsa dengan sedikit tips bertahan hidup di Amerika serta penjelasan untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan. Setelah selesai, masing-masing negara mengunjungi embassy-nya masing-masing. Tentu saja aku dan teman-teman mengunjungi KEDUTAAN INDONESIA!! Di Kedutaan Indonesia, kami disambut ramah oleh duta besar. Suatu kebanggan kami bisa bertemu beliau. Satu hal yang luar biasa yang kami temui disana adalah : MAKAN NASI! Ya, pihak kedutaan menyuguhi kami nasi putih serta ayam goreng, telur, tahu, capcay, udang, sambel, dan kerupuk sebagai lauk yang membuat kami saaaangat senang, setelah beberapa hari tidak bertemu nasi dan entah untuk satu tahun ke depan. Perjalanan dilanjutkan menuju Union Station, semacam mall. Kami diberi uang $10 yang harus kami belanjakan untuk phone card, peralatan mandi, dan souvenir. Mallnya bikin pusing karena tidak seperti mall di Indonesia, dan seperti orang bilang dan aku juga mengiyakan, mall di Jakarta lebih baik daripada sini. Aku berhasil dapat semua barang dengan susah payah karena harus sedikit berebut dengan teman-teman negara lain. Beberapa postcard sebagai tanda bahwa aku pernah ke Washington DC.
Hari berikutnya penuh dengan diskusi. Dalam berdiskusi kami dibagi sesuai organisasi yang menangani kami. Karena aku ditangani oleh Program of Academic Exchange (PAX), maka aku harus berkumpul di Ohio Room. Lalu, dari kelompok organisasi itu dibagi lagi menjadi kelompok kecil. Aku di kelompok 24 yang diisi oleh satu orang India, satu orang Philippine, satu orang Turki, satu orang Kenya, dua orang Arab, dan sialnya aku sekelompok dengan tiga orang Indonesia, setelah sebelumnya aku sekamar dengan satu orang Arab dan dua orang Indonesia. Bukan maksud, tapi aku hanya ingin sekelompok dengan teman negara lain agar menambah relasi, tapiii, okelaah. Oh ya, Group Leaderku (GL) adalah orang India. Lucu, kalo dia bicara menggunakan dialek India sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kalau di Handayani, Jakarta, kami berdiskusi ngampar atau duduk di karpet, maka disini kami berdiskusi diatas meja bundar :D. Kami berdiskusi hampir seharian, ada juga selingan ceramah agama oleh Imam Bashar Arafat di Aiton Auditorium. Rabu, 11 Agustus 2010, hari keempatku di Washington DC. Aku harus bangun pukul 2 pagi, bersiap-siap mengepak barang dan menunggu bus untuk keberangkatan pukul tiga. Hari ini, seluruh peserta YES akan meninggalkan Washington DC untuk pergi ke state masing-masing. Kami saling mengucapkan selamat tinggal karena akan mulai hidup terpisah. Dalam hati, aku mengucapkan selamat tinggal pada bangunan National 4-H Youth Conference Center, tempat yang paling pertama dituju di Amerika, tempat bertemu banyak orang baru, tempat menemukan sensasi baru. Sampai jumpa tahun depan, dimana aku dan kawan-kawan telah menyelesaikan satu tahun yang menakjubakan di 'rumah kedua' kami. Dullas Airport, Washington DC. Langit masih gelap. Lampu di taman parkiran yang luas menambah indah pagi itu. Kami berbaris sesuai kelompok tempat tujuan masing-masing. Paspor dan dokumen lainnya sudah siap ditangan. Kami check in.. Petualangan sebenarnya baru saja akan dimulai. Terbang sendiri, menuju tempat asing, menemui keluarga baru, dan tinggal selama 11 bulan. Di depanku, dua nomor pesawat menunggu, aku harus menuju Seattle untuk transit, dan.. tujuan terakhir, sebuah kota.. JUNEAU.. to be continued..
by Aliffia Rachman, Kegiatan RamadhanDitulis oleh : Ai Hayati M. A. Sabtu, 11 September 2010
IKUT BUBER DENGAN “KODRAT”
Ngabuburit & Buka bersama yang diikuti oleh beberapa pelajar antar sekolah di sekitar Ciamis utara, banjar yang termasuk anggota Kelurga Olah Raga Tarung Derajat“KODRAT” berlangsung dengan cukup meriah. Acara ini dihadiri juga oleh camat lumbung Bpk.Agung Gunawan.Tujuan dari acara ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan ukuwah islamiah/tali silaturahmi antar pelajar dan keanggotaan. Jelas Aku Merindukanmu.. malam ini.Ditulis oleh : Affrilia Utami Senin, 30 Agustus 2010
: Mith J. Krugh
Mith, aku lupa bagaimana cara mematikan rasa dan emosi ... baikkah kau di sana, Mith? aku lupa bagaimana cara tuk menangis, tertawa. tapi selalu ingat dengan diam dan diam, hanya diamkah? jelas kata embunmu di pagi soreku, masih berdansa seiring lompatan nadi membeku di garap siul kicau gerimis sedikitnya ada ruas waktu yang merangkum, meski lupa tak di jadikan buku namun semua lengkap menjelma lagu-lagu. hari-hari kudengar, khayati, dan rasakan. menghitung hingga berapa detakkah lagi jantung ini masih memompa darah-darah merah huni raga yang kusam mulai mengawal sebagai mayat hidup berjalan dan terkulai lemah. Untung Beringin Buahnya KecilDitulis oleh : cucu hadis Senin, 30 Agustus 2010
Sejak zaman dahulu pohon beringin disukai banyak orang. Pohonnya yang besar dengan akar-akar yang menjulang ke bawah menjadikan pohon ini kelihatan gagah. Cabangnya banyak, daunnya rimbun, buahnya kecil berwarna merah menjadikan makanan kesukaan burung dan bila hari panas, pohon beringin dapat memberikan kesejukan ke pada manusia yang berlindung di bawahnya.
Alkisah pada suatu hari yang sangat panas, seorang pengembara berteduh di bawah pohon beringin.ia rebahkan dirinya, menikmati kesejukan di sana. Ketika melihat ke atas, tampak olehnya buah pohon beringin yang begitu lebat. Ia amati buah berwarna merah itu, kemudian ia berkata,”heran sekali aku, mengapa pohon sebesar ini ko buahnya kecil- kecil.sedangkan pohon semangka yang pohonnya kecil dan melata di tanah buahnya besar. Tuhan tidak adil menciptakan alam ini. Kalau aku yang menciptakannya pasti akan ku balik. Supaya adil, pohon yang besar, buahnya besar dan pohon yang kecil , pohonnya juga kecil.” Child Of FarmerDitulis oleh : Ronal Fores Estopan Sabtu, 24 April 2010
At Hogwarts village, there lived the farmer’s family, Mr.Anto and his son, his name was Robby.
Mr.Anto was a farmer, he had wide garden and he had many livestock. At one time, Mr.Anto was dead. Robby was very sad, everyday he always cried. One day, Robby will go to Hogwarts city for refreshing. Robby lived at Hogwarts city during two month till he decided for back again to Hogwarts village. After he arrived, he saw his garden was very in disarray. Jelaga BintangDitulis oleh : D. Dudu Abdul Rahman Sabtu, 24 April 2010 Oleh : D. Dudu Abdul Rahman, S. Pd. #1Sedu sedan selalu berlirih ketika fajar menngecup shubuh, ”Ya Allah berilah Aku kekuatan untuk mengantarkan anak-anakku ke pintuMu” Begitulah suara parau mengerang setiap lelap di titik nadir bunga mimpi. Terkadang embun mata selalu merayu haru, jatuh, kemudian merembes membasahi kasur lusuh. Hal itu selalu menghiasi pagi Bintang bila ibunya menengadahkan tangan dan kepala pada-Nya. Bintang adalah anak laki-laki dari Pak Muni, seorang pensiunan guru SD, bu Nura hanya buruh Usaha Kecil Masyarakat tetangga, sementara Tura adalah kakaknya yang menunggu panggilan kerja dari perusahaan. Rumah bilik bambu, tumbuh tanaman umbi dan ketela sebagai perindang kebun di belakang, pemandangan sawah dan pegunungan bak lukisan anak-anak waktu SD, menambah khazanah kedamaian kalbu. Di gubuk kumuh itu, Bintang hanya membantu ibunya, setiap hari pulang sekolah, kegiatannya adalah mengaji, mengerjakan PR dan kegiatan-kegiatan lain yang membanggakan orangtua. Puisi untuk Mama ZetaDitulis oleh : D. Dudu Abdul Rahman Sabtu, 24 April 2010
“Na.., na.., Vena” bundaku memanggil, setiap aku main terlalu lama di lapangan bersama teman-teman, tidak jauh dari rumah. Beliau selalu khawatir dengan keadaanku. Sejak masih balita sering sakit-sakitan, akibat kepalaku tidak jarang terbentur tembok dan jatuh dari kasur.
”Mandi dulu nak..., nanti bunda buatkan telor dadar dan goreng ayam” beliau merayuku agar segera ke WC. Kurasakan kasih sayang nan manja dari bunda masih terasa hangat, terpintal dibalutan perangainya. |
Plus Icon
Plus Icon
Sumbang Artikel, Klik disini!Anda dapat menyumbangkan berbagai karya tulis atau artikel untuk diterbitkan di matapelajar walaupun tidak memiliki akun. Sertakan informasi pribadi anda dengan lengkap. |