Salam, Selamat Datang di Jurnal dan Komunitas Matapelajar.
Silahkan masuk atau mendaftar untuk membuat halaman blog serta catatan personal anda.
|
Tentang EmbunDitulis oleh : Affrilia Utami Rabu, 25 Mei 2011 21:36 Pada persimpangan catatan waktu kita bertemu dengan secarik lembar ukhuwah kulihat luka berpendar di pipimu, ........saat seujung ucapkan pisah. Senyumku mungkin mengering karenanya.
Kita mengambil sisa kapur yang telah patah. Papan hitam. Penggaris panjang. Kata serta angka- Jam dinding kusam. Bangkubangku tua dengan wajah kemasan. Dari kacamata- yang retak sebelah.
Pergimu meranum luka di jiwa. Ada lubang. Bagian gulita. Aku terhampar lagi, kering terkapar pada gurun sendiri.
Inilah fana tentang dunia, yang bersama- akan pergi, membekal sendiri dan sepi. yang bertemu akan berpisah. Membilang jejak bilahan rindu. Sebagian hilang dengan kepedihan.
Datanglah dan temui aku di sini, Saudaraku. Bermain-main kata di atas jari hari, bukankah kita akan bersama, melukis dunia dengan kapur tua. Menulis halaman buku- dengan hembusan Hydragea mempesona.
Kita serupa cerita embun, pada pagi yang memuda.
25 Mei 2011 |
Plus Icon
Plus Icon
Sumbang Artikel, Klik disini!Anda dapat menyumbangkan berbagai karya tulis atau artikel untuk diterbitkan di matapelajar walaupun tidak memiliki akun. Sertakan informasi pribadi anda dengan lengkap. |